Legal Protection of Advocates' Immunity Rights
Main Article Content
Abstract
The right to advocate immunity is the legal protection given to advocates who can practice their profession freely without the threat of criminal or civil charges. This right to immunity is regulated in Article 16 of Law Number 18 of 2003 concerning Advocates. However, the current legal protection is not yet fully effective because there is still a legal vacuum, especially in the scope of immunity rights outside the trial. As a result, advocates are still vulnerable to criminalization when performing their professional duties. This study aims to analyze the legal protection that is regulated and identify the shortcomings of regulations related to the right to advocate immunity. Using a normative legal approach, this study concludes that revisions and improvements are needed to clarify the limitations and scope of the right to immunity, including expanding the role of advocate organizations and educating law enforcement officers to prevent the criminalization of advocates.
Article Details
References
Arif, K. (2018). Perlindungan hukum terhadap hak imunitas advokat dalam penegakan hukum di Indonesia. Iqtisad: Reconstruction of Justice and Welfare for Indonesia, 5(1), 23-42.
Fazriah, D. N. (2022). Hubungan Kebebasan dan Tanggung Jawab dalam Profesi Advokat. Das Sollen: Jurnal Kajian Kontemporer Hukum Dan Masyarakat, 1(01).
Fransiska putri Novi, N. &. (2024). Implementasi Hak Imunitas Advokat dalam Praktek Peradilan Pidana. Indonesian Journal of Law and Justice, 1(3), 12-12.
Hadjar, A. F. (2015). Kekuasaan yang Menindas Hukum. Jurnal Hukum PRIORIS, 4(3), i-v.
Harahap, P. &. (2021). Hak Imunitas Advokat Setelah Putusan Mahkamah Konstitusi. Lex Jurnalica, 18(2).
Hidayat, S. H. (2024). Hak Imunitas Advokat yang Ditetapkan sebagai Tersangka dalam Menjalankan Kuasa. Halu Oleo Legal Research, 6(1), 25-33.
Khalid, A. (2019). UPAYA KRIMINALISASI TERHADAP ADVOKAT DALAM MENJALANKAN PROFESI HUKUM. Jentera Hukum Borneo, 3(2), 136-170.
Khambali, M. (2017). Hak Imunitas Advokat Tidak Tak Terbatas. Jurnal Cakrawala Hukum, 13(1).
Kresnadinata, P. &. (2019). Batasan Perlindungan Advokat Saat Memberi Jasa Hukum Di Luar Pengadilan Ditinjau Dari Putusan Mk No. 26/PuuXi/2013. Kertha Wicara: Journal Ilmu Hukum, 8(5), 1-14.
Mukhtarzain, A. A. (2024). Dualisme Kebijakan Terkait Organisasi Advokat Dalam Putusan Mahkamah Konstitusi No. 101/PPU-VII/2009 dan Surat Ketua Mahkamah Agung No. 73/KMA/HK. 01/IX/2015. As-Syar i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga, 6(1), 290-304.
Niode, M. F. (2024). PENERAPAN PRINSIP HAK IMUNITAS ADVOKAT ATAS INTERPRETASI OBSTRUCSTION OF JUSTICE DALAM PERKARA PIDANA DI INDONESIA. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 3(2), 644-656.
Prayoga, S. K. (2022). Perlindungan Hukum Hak Imunitas Advokat Dalam Pembelaan Beritikad Baik Terhadap Klien Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 Tentang Advokat. Proceeding Iain Batusangkar, 1(1), 353-358.
Saepudin, A. (2024). Kajian terhadap Kedudukan Advokat Dalam Sistem Peradilan Pidana di Indonesia. Milthree Law Journal, 1(1), 1-29.
Sardinata, S. T. (2021). Hak Imunitas Advokat Dalam Menangani Perkara. Journal of Lex Generalis (JLG), 2(3), 1074-1086.
Sembiring, D. I. (2025). PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK IMUNITAS ADVOKAT DALAM MELAKUKAN PEMBELAAN TERHADAP KLIEN BERKAITAN DENGAN TINDAK PIDANA OBSTRUCTION OF JUSTICE. JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH, 8(1), 327-334.
Sitorus, N. (2023). ANALISIS PENGATURAN KEWENANGAN ADVOKAT MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 18 TAHUN 2003. Limbago: Journal of Constitutional Law, 3(2), 199-213.
Sudewo, F. A. (2005). Peran Advokat dalam Memberikan Bantuan Hukum dalam Sistem Peradilan Pidana. SOSEKHUM, 1(1).
Susanto, H. R. (2023). Pertentangan Hak Imunitas Advokat dengan Obstruction of Justice dalam Putusan Nomor 9/Pid. Sus/TPK/2018/PN. JKT. PST. National Conference on Law Studies (NCOLS), 5(1), 648-662.
Tampi, M. M. (2018). Hak imunitas advokat dalam menjalankan profesi. Law Review, 18(1), 90-110.
Wijaya, C. C. (2019). Usaha Pemerintah Melindungi Hak Imunitas Advokat Dalam Melakukan Pekerjaan. RESAM Jurnal Hukum, 5(1), 40-56.